Penutupan Buku Untuk Indonesia, Ribuan Buku Siap Didonasikan


Buku adalah jendela kehidupan. Dijaman digital sekarang ini mungkin bagi kita membaca buku sudah bukan hal yang menarik. Handphone menjadi jendela dunia, pengganti buku. Namun pernah kah terpikirkan bahwa buku masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi di beberapa wilayah di Indonesia? Ya, tentu, apalagi buku yang berkualitas.
Melalui gerakan Buku Untuk Indonesia, Bank BCA mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi mendukung pemenuhan kebutuhan buku. Gerakan yang di mulai pada bulan Maret 2017 ini bekerjasama dengan Bibli.com untuk mempermudah transaksi. Setiap Rp100.000,- yang disumbangkan, penyumbang akan menerima T-shirt sebagai bentuk apresiasi.

Pada 14 November 2018 lalu, gerakan ini resmi ditutup langsung oleh Presiden Direktur BCA, Pak Jahja Setiaatmadja. Penutupan acara ini juga dihadiri oleh sederet executive BCA lainnya yaitu Pak Santoso selaku Direktur BCA, Ibu Inge Stiawati selaku Executive Vice President CSR BCA, dan Ibu Mira Wibowo selaku Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA.

Yang lebih menarik lagi, penutupan gerakan Buku Untuk Indonesia ini dihadiri langsung oleh Pak Andy F. Noya selaku Duta Baca Indonesia periode 2011-2015 dan Pak Jaya Suprana selaku Ketua Museum Rekor Indonesia (MURI). Jujur saya seneng banget bisa ketemu dua ikon ini face-to-face dari jarak yang deket banget loh. Merasa terhormat banget apalagi bisa ketemu pak Jaya Suprana yang ikon MURI banget. Kesempatan yang langka bisa ketemu beliau dari jarak sedekat ini.

Cuma bisa foto sama Pak Andy F Noya, sayang banget enggak bisa foto sama pak Jaya Suprana 
Back to the topic, Selama setahun lebih program ini berjalan, program ini berhasil mengumpulkan Rp2,452,287,951 alias 2,4M. Total dana yang akhirnya disalurkan sendiri sebanyak Rp2,553,000,000,-. Dana tersebut dikonversikan menjadi 43.739 buku. Puluhan ribu buku tersebut disalurkan ke 111 sekolah yang tersebar di 60 wilayah di Indonesia. Kira-kira sekolah aku waktu kecil menjadi penerima sumbangannya gak ya?



Pak Jahja yakin bahwa buku merupakan item yang sangat berharga bagi masyarakat di pelosok yang kesulitan akses. Akses buku berkualitas, toko buku yang lengkap, samapi kemampuan untuk membeli buku. Sebagai Duta Baca Indonesia periode 2011-2015, Pak Andy Noya sendiri bercerita betapa anak-anak di daerah masih punya antusias tinggi untuk membaca buku. Dimomen tersebut saya mendapat pelajaran baru bahwa di era digital seperti ini, buku cetak benar-benar masih memiliki penggemarnya toh. Asal disalurkan ke wilayah yang tepat saja.








Di acara tersebut, ada satu surprise dari pihak BCA, yaitu penampilan anak-anak dari Kelompok Teater Tanah Air. Menarik sekali bisa menyaksikan mereka begitu lincah menari dan bernyanyi diatas panggung. Anak-anak ini pemberani banget. Berasa malu karna segede ini saya masih demam panggung. Anak-anak ini juga mengingatkan saya pada masa kecil saya yang gemar ikut komunitas teater di daerah saya. Akhirnya saya berhenti karena tidak melihat masa depan di sana selain jadi pemain sinetron yang juga technically enggak mungkin terjadi secara saya tinggal di kota kecil. Bodoh banget. Kenapa tidak terpikir untuk pindah Jakarta ya waktu kecil? Haha..


Selain menjadi ajang pemberian donasi buku, melalui gerakan Buku Untuk Indonesia ini BCA mendapatkan penghargaan MURI sebagai Rekor Donasi Kepada Anak di Sekolah Dasar Negeri Terbanyak kepada BCA. Luar biasa. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lainnya di Indonesia.

No comments