Featured Slider

9LIVES, Asuransi Bagi Kamu Yang Malas Ketemu Agen Asuransi


Sedia payung sebelum hujan. Itu kata orang bijak. Salah satu manfaat asuransi yah sebagai payung proteksi diri dan keluarga sebelum hal buruk terjadi. Penting sih, tapi buat saya sendiri agak malas untuk ketemu agen asuransi. Buat teman-teman yang juga merasakan hal yang sama, kini hadir mobile apps 9LIVES yang menyediakan asuransi lewat smartphone tanpa harus bertemu dengan agen asuransi.

Penutupan Buku Untuk Indonesia, Ribuan Buku Siap Didonasikan


Buku adalah jendela kehidupan. Dijaman digital sekarang ini mungkin bagi kita membaca buku sudah bukan hal yang menarik. Handphone menjadi jendela dunia, pengganti buku. Namun pernah kah terpikirkan bahwa buku masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi di beberapa wilayah di Indonesia? Ya, tentu, apalagi buku yang berkualitas.

Hey Girl, Wujudkan Life Balance as Working Mom di Masa Depan Dalam 5 Langkah Ala Futri Zulya



Menjadi wanita jaman modern pasti banyak yang fokus untuk membangun karir di dunia kerja. Namun mengejar karir tidak menutup kemungkinan untuk bisa menjadi ibu dan istri idaman sambil meniti karir.

Jaman sekarang kita tidak harus memilih untuk menjadi ibu rumah tangga saja atau fokus membangun karir saja. Dua-duanya bisa kita lakukan secara bersamaan.


Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman blogger lainnya diskusi bareng dengan bu Futri Zulya di Kantor Z Beauty. Ibu dari dua orang anak ini merupakan CEO dari PT Batin Medika Indonesia. Pada kesempatan tersebut beliau berbagi tips untuk bisa mewujudkan life balance sebagai seorang ibu dan CEO di kantornya.

“Wanita adalah manusia yang memiliki kemampuan untuk melakukan multitasking”
– Futri Zulya

#1 Miliki Support System
Menjadi ibu pekerja pastinya kita akan sering meninggalkan si kecil di rumah. Untuk memastikan asupan gizi dan kebutuhan aktivitas positif si kecil terpenuhi kita butuh support system yang kuat di rumah. Support system kita contohnya ibu kita, ibu mertua, saudara dekat rumah, suster si kecil, bahkan suami sendiri. 

Komunikasi yang baik memungkinkan kerjasama yang baik dalam support system bisa terwujud.

Komunikasikan jadwal kegiatan si kecil & menu makanan si kecil kepada support system kamu. Hal ini memungkinkan asupan gizi dan kebutuhan aktivitas positif si kecil tetap terpenuhi seperti yang kita harapkan. Walaupun si kecil dititipkan ke orang rumah, tapi kita masih punya kendali untuk asupan gizi dan kegiatannya.

#2 Get Organized
Procastination atau kebiasaan menunda is a BIG NO. Urusan pekerjaan dan rumah kalau tidak diatur dengan baik bisa saling tindih satu sama lain.

Harus pintar pintar mengatur barang-barang di rumah agar mudah dicari. Mainan anak sekalipun baiknya diatur dalam kelompok kelompok kecil. Biar mudah beresinnya.

Tips tambahan dari bu Futri, sebelum tidur kita bisa pergunakan waktu senggang untuk mengatur baju yang akan digunakan suami dan anak-anak keesokan harinya.

#3 Pilih Kantor yang Tepat
Kerja di kantor yang memberikan fasilitas untuk ibu tentunya adalah hal yang ideal untuk bisa mewujudkan life balance sebagai ibu pekerja. 

Paid leave untuk waktu hamil & melahirkan, punya ruangan pumping ASI untuk ibu menyusui, dan tunjangan melahirkan, pastikan beberapa hal tersebut disediakan oleh perusahaan tempat kita bekerja.

Kalaupun tidak, coba komunikasikan dengan HRD kita kalau kita memiliki anak kecil.

#4 Set Priority & Reduce Time Waster
Dalam sehari akan ada banyak hal yang perlu kita tuntaskan. Pastikan kita menentukan list prioritas untuk memudahkan kamu memutuskan pekerjaan yang mana yang perlu kita tuntaskan dahulu dalam sehari.

Selain menentukan prioritas, usahakan juga untuk mengurangi hal-hal yang membuang waktu kita. Contohnya seperti pengurusan pembayaran asuransi bulanan, pembayaran listrik, dan uang sekolah anak. 

Tips dari bu Futri, transaksi bulanan yang bisa dijadikan auto debet sebaiknya diatur ke auto debet saja. Jadi 15 menit waktu kamu untuk mengurus tiap hal tersebut bisa digunakan untuk menyelesaikan prioritas kita lainnya.

#5 Cermat Rencanakan Keuangan Keluarga
Ibaratnya perusahaan, sebagai ibu kita adalah CFO nya alias Chief of Financial Officer dari rumah tangga. Untuk memastikan keuangan rumah tangga tetap sehat, kita perlu membuat rencana keuangan keluarga.

Salah satu caranya ialah dengan memiliki tujuan keuangan. Sekolah anak sampai perguruan tinggi salah satunya. 

Dengan memiliki tujuan keuangan kita jadi sebanyak apa yang harus kita tabung, investasikan, dan gunakan.

Semoga tips ala bu Futri Zulya diatas bisa bermanfaat untuk teman-teman yang mendambakan kehidupan seimbang sebagai ibu rumah tanga dan wanita karir.