Yuk Cegah Osteoporosis Sedari Dini Dengan 3 Langkah Mudah!


Pada tanggal 19 Oktober 2018 saya dan teman-teman blogger diundang dalam bincang-bincang santai seputar Osteoporosis bersama Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Pada acara tersebut hadir drg. Kartini Rustadi, M. Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI, dr. Ade Tobing, SpKO, Pengurus Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), dan dr. Iskandar Z. Adisapoetra, Msc, Anggota Dewan Pakar Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Acara yang berlokasi di RPTRA Borobudur ini dimulai dengan kegiatan senam sore bersama. Kebetulan sudah lama banget saya tidak pernah senam.





Osteoporosis merupakan penyakit yang diam-diam menyerang kita. Osteoporosis sendiri merupakan keadaan dimana kepadatan tulang kita berkurang. Kejadiannya tanpa ada tanda-tanda di luar seperti penyakit lainnya. Oleh karena itu penyakit ini dikenal sebagai The Silent Epidemic Disease.

Pemerintah sendiri sangat perduli dengan kegiatan pencegahan penyakit ini pada masyarakat luas. Menurut drg. Kartini Rustadi, pemerintah Indonesia mengusung kegiatan bernama Gerakan Masyarakat HIdup Sehat atau yang dikenal sebagai GERMAS. Kegiatan ini merupakan program promotif dan preventif untuk menurunkan beban penyakit menular dan tidak menular salah satunya Osteoporosis.

Proses pencegahan Osteoporosis sendiri merupakan proses long run, dimana dimulai dari seseorang lahir ke dunia. Prosesnya merupakan kombinasi yang kompleks. Proses pertumbuhan tulang dimulai dari kita lahir hingga usia 20an. Pada usia 20an sampai 30an, kepadatan tulang bertahan dalam ukuran yang sama. Lalu mulai pada usia 40an, kepadatan tulang akan mulai menurun. Berdasarkan pemaparan dr. Ade Tobing & drg. Kartini Rustadi terdapat beberapa langkah mudah pencegahan Osteoporosis secara murah meriah.

#1 Menerapkan Pola Makan Sehat

Kepadatan tulang dipengaruhi asupan kalsium dan vitamin D yang masuk ke dalam tubuh. Kalsium dan vitamin D jaman sekarang memang dapat diperoleh secara instan dari suplemen makanan yang mengandung vitamin D dan kalsium yang tinggi. Namun harganya masih terbilang mahal.

Kalsium dapat diperoleh dengan mengkonsumsi sayuran hijau, ikan teri, kacang-kacangan, dan susu. Menarik kan bahwa ikan teri bisa membantu kita memenuhi kebutuhan kalsium. Ikan teri dipasaran harganya murah bukan? Mudah juga ditemukan di warteg untuk anak kosan yang malas masak.

Sayuran hijau seperti bayam dan sawi juga tidak hanya membantu memenuhi asupan serat untuk tubuh tapi juga kebutuhan kalsium.

#2 Aktif Beraktivitas Fisik

Tidak hanya berolahraga, namun jalan kaki sore-sore, dan main kejar-kejaran untuk anak kecil juga termasuk dalam kategori beraktivitas secara fisik yang dapat membantu pembentukan kepadatan tulang.
Jadi keliling mall untuk cuci mata termasuk kegiatan fisik yang membantu kepadatan otot gak ya?

#3 Mendapat paparan sinar matahari yang cukup

Tubuh kita memerlukan paparan sinar matahari selama 10-15 menit tiap harinya loh. Ternyata tubuh kita memerlukan paparan sinar matahari yang cukup untuk bisa menyerap asupan kalsium dan vitamin D dari makanan dan suplemen yang kita terima. Jadi mau konsumsi kalsium dan vitamin D sebanyak apapun kalau jarang terkena paparan sinar matahari ya sia sia saja.

Tidak heran kalau para petani di desa tulangnya bisa tetap kuat sampai usia lanjut ya. Setiap hari aktif terkena paparan sinar matahari. Jadi berani hitam itu baik ya.


Apakah teman-teman sudah aktif melakukan tiga poin diatas setiap harinya? Untuk teman-teman yang punya anak kecil dan adik yuk ajak mereka untuk aktif melakukan 3 poin diatas sejak usia dini.

No comments