THR dan Gadget Baru: Ingin Segera Memisahkan Komunikasi Kerjaan dan Personal


Walaupun baru 3 bulan bekerja di kantor baru, saya sudah qualify untuk dapat THR. Yeah walaupun belum sepenuhnya, tapi lumayan jumlahnya. Hal ini bikin saya tergoda untuk mengalokasikan THR pertama saya untuk beli gadget alias hengpon baru. Kira-kira harga iPhone 6 berapa ya di pasaran?

Sebenarnya bukan karena udah bosan dengan gadget lama. Toh baru dua tahun ini si iPhone 5s saya gunakan. Tapi yang bikin pengen beli gadget baru adalah keinginan untuk memisahkan jalur komunikasi antara urusan kerjaan utama, kerjaan sampingan dan personal.

Tidak seperti kebanyakan suasana kerja, saya lebih sering bekerja dari rumah dari pada dari dari kantor. Tidak ada kewajiban untuk datang ke kantor dalam pekerjaan saya baik pekerjaan utama maupun sampingan. Itu semua karena komunikasi baik dengan bos, rekan kerja, maupun client terjadi lewat WhatsApp dan email. Alhasil, handphone saya terus dibanjiri dengan pesan seputar pekerjaan setiap harinya dari pagi sampai pagi lagi. Tidak jarang jam 2 malam juga masih ada saja yang chat atau email masalah kerjaan.

Beberapa bulan terakhir ini saya mulai belajar untuk memperbaiki cara kerja saya. Dari yang selalu antusias untuk memberi respon tanpa mengenal waktu saya mulai belajar menghargai diri sendiri dengan memiliki batasan waktu kerja yang jelas untuk diri sendiri.

Di hari kerja, Senin – Sabtu, Saya biasanya baru respon chat paling cepat jam 8 pagi. Mulai jam 6 sore saya akan slow respon untuk chat dan email seputar kerjaan. Jam 9 malam, saya tidak akan lagi membuka group WhatsApp kantor & tidak akan merespon chat seputar kerjaan. Chat tentang kerjaan yang masuk lewat jam 9 malam tentunya akan saya balas dikeesokan harinya.

Dihari minggu saya biasanya tetap akan respon beberapa chat, namun jika diminta untuk mengirimkan dokumen-dokumen, saya akan kirimkan di hari senin. Hari minggu biasa saya fokuskan untuk gereja dan memberikan waktu tenang untuk diri saya sendiri.

Tapi tentunya, kalau ada masalah urgent, saya terbuka untuk jadi lebih flexible.

Bukannya sombong, hanya saja saya tidak ingin jadi robot yang kerja 24 jam untuk perusahaan orang. Selain itu, saya juga ingin punya waktu untuk menjaga komunikasi dengan keluarga. Hidup harus seimbang toh. Kalau diri kita saja tidak mau menghargai diri kita, bagaimana dengan orang lain?

Jadi segera mungkin, untuk media komunikasi personal, kerjaan utama dan sampingan harus dipisahkan. Biar yang ngechat tidak tersinggung juga karena melihat saya online tapi tidak balas chat. Hayo siapa yang suka baper kalau chat kalian tidak di-read sama yang lagi online?

Oleh karenanya, saya berniat untuk beli gadget baru. Tapi pilihan saya masih tidak bisa beranjak dari keluarga Apple. Pilihan teratas jatuh pada iPhone 6. Dengan performa kamera dan sistem operasi yang baik, harga iPhone 6 masih terjangkau lah disbanding harus lompat ke iPhone 7 or X.

Sempat cek-cek harga iPhone 6 di berbagai platform salah satunya iPrice. Uniknya disana saya bisa membandingkan harga iPhone 6 di beberapa ecommerce dalam satu waktu. Jadi mempermudah buat orang seperti saya yang suka ngubek-ngubek semua platform untuk ngebandingin harga. Ternyata sekarang untuk iPhone 6 dengan storange 128GB harganya ada yang dibandrol dibawah 3jt dengan diskon.



Hmm.. makin gatel untuk beli. Menurut kalian, beli atau enggak nih?

No comments