Pengalaman Nginep di BedBunker Hostel Kuta


Penginapan selalu jadi topik yang tidak ketinggalan kalau ngomongin traveling ataupun liburan. Bagi budget traveler, harga penginapan itu crusial banget. Maunya yang hemat tapi tetap nyaman. Hostel sudah lama menjadi salah satu opsi favorit budget traveler. Termasuk saya. Demen banget nginep di hostel sejak pertama kali mengenal hostel pada 2016 yang lalu. Termasuk setiap main ke Bali, hostel akan jadi pilihan utama saya seperti pada liburan akhir tahun kali ini.

Perjalanan ke Bali kali ini rencananya akan menghabiskan waktu liburan di Ubud. Akan tetapi, saya nginep semalam dulu di Kuta karena satu dan lain hal. Salah satunya faktor transport dari Kuta ke Ubud. Pilihannya ada naik kendaraan pribadi kalau bisa bawa kendaraan, naik Grabbike, naik Sabargita atau naik shuttle bus. Pilihan naik Sabargita itu pilihan paling murah sih. Kalau naik Sabargita harganya seharga naik busway. Tapi naik Sabargita enggak ada rute langsung Kuta-Ubud. Jadi harus transit-transit. Mikirinnya udh capek duluan. Jadi saya milih shuttle bus aja. Cuma bayar 75rb untuk rute Kuta-Ubud. Tapi, shuttle bus hari itu sudah full booked. Jadi harus tunggu hari berikutnya.

Akhirnya saya memutuskan untuk stay semalam di area Jalan Kartika Plaza. Pilihan jatuh ke daerah ini pertama karena deket banget sama bandara. Naik Grabbike aja cuma 5rb. Kedua karena posisinya di dekat pusat perbelanjaan. Ketiga karena dekat pantai. Keempat, areanya ramai mirip Popies Land tapi tidak sembrawut seperti area Poppies land dan jalanan sepanjang pinggir pantai kuta.

Disini, melalui situs Booking.com, saya menemukan hostel yang semalamnya hanya Rp50,000,-. Nama hostelnya BedBunker Hostel. Entah masih ada yang lebih murah dari itu atau enggak. Kalau kalian tau ada yang lebih murah, mohon informasinya di kolom komentar ya.

Agak susah sih menemukan hostel ini. Sempet bolak balik kebingungan di sekitar Jalan Kartika Plaza. Ini karena Signage yang agak tersembunyi. Patokan benernya di samping Money Changer. Ada tangga ke atas menuju hostel. Yup, hostel ini berada di lantai 2 pertokoan. Jadi tidak terlihat kalau dari jalan.

Check in hostel jam 3 siang. Saya tiba pagi, jam 9. Setelah melakukan pembayaran, saya harus menuggu sampai jam 3 untuk diijinkan masuk ke kamar katanya. Tapi selama nunggu, kita sudah diperbolehkan menggunakan fasilitas umum seperti wifi, common area, toilet dan kamar mandi. Kita juga sudah boleh menggunakan loker untuk menyimpan barang berharga. Tapi lokernya berada di luar kamar. Beberapa hostel meletakan loker di dalam kamar masing-masing. Selama nunggu, kita bisa nitipin backpack or koper di ruang penyimpanan.

loker tempat penyimpanan barang
Waktu mau nyimpan backpack gede saya, ternyata ada banyak backpack lainnya yang sudang markir di ruang penyimpanan.

Setelah menyimpan backpack, saya buru-buru mandi. Enggak tahan udah gerah dari semalam sampai tadi subuh nunggu di bandara demi mengejar penerbangan dini hari. Happy banget karena ternyata showernya ada air panasnya. Tapi, lantai ruangan showernya agak jorok. Jarang dibersihkan nampaknya. Tapi yasudahlah. Yang penting bisa mandi pake air anget.

ruang showernya sederhana tapi bikin bahagia karena ada air panasnya
lantai kamar mandi yang "agak" jorok
Untuk toiletnya cukup bersih. Simpel dan rapih. Disediakan tisu juga. di masing-masing toilet. Tapi yang saya tidak suka itu toiletnya bau. Yes. Bau enggak enak gitu. Campuran bau pesing dan bau apek. Usaha pengurus hostel nampaknya kurang untuk mengatasi bau toilet. Padahal disiram wipol dikit dijamin bakal wangi seger.



Sehabis mandi, saya lalu nyari-nyari makan siang plus sarapan saya di sekitaran hostel. Ujung-ujungnya beli roti Breadtalk di Discovery Shopping Mall. Karena udah males buat milih-milih. Udah capek. Semalaman gak tidur. Cuma tidur 1 jam lebih di pesawat.


 Setelah beli roti, saya cusss balik ke hostel. Niatnya makan di hostel sambal leyeh-leyeh di tempat duduk. Sesampainya di sofa hostel saya buru-buru ngeluarin roti yang sudah saya beli tadi. Udah laper banget. Abis makan, saya udah enggak kuat banget. Mata udah perih. Ngantuk. Akhirnya selonjoran di sofa. Satu sofa saya booking untuk saya sendiri tanpa rasa bersalah dengan penghuni lain.

Bangun-bangun udh jam setengah 2. Jam 2 kurang saya sudah diijinkan masuk kamar. Untuk tempat tidur, hostel ini memiliki bunk bed 3 susun. Saya ngeliatnya kaget. Trus udah bergumam berharap jangan dapat tempat di tingkat ketiga. Dan saat ditunjukin tempat tidur saya, ternyata saya dikasih di tingkat ketiga. Saya langsung minta ganti dong. Dengan alasan saya takut ketinggian. Sebenarnya, selain ngeri sama tingginya, males naik turunnya juga sih.

penampakan bunk bed 3 tingkat pertama yang saya liat., jadi inget cerita Putri dan Kacang Polong
Tempat tidurnya cukup nyaman. Satu bantal plus selimut baru yang wangi. Di setiap tempat tidur di sediakan terminal colokan untuk ngecharge gadget. Jadi tidak perlu berebut dengan  penghuni kamar lain kalau untuk urusan colokan.


Ada kulkas bersama di common area. Tapi kecil. Waktu nginep di hostel di US, kulkasnya gede. Harusnya sih gitu, kan konsumsi banyak orang. Ada juga dispenser. Gratis isi ulang air minum sesuka kamu. Jadi tinggal bawa botol air minum saja.


Mereka juga menyediakan berbagai menu minuman dan makanan. Ada bir juga.

Di depan hostel ada beberapa balai-balai dengan meja kecil di tengahnya yang bisa digunakan untuk duduk-duduk nyantai sambal ngobrol sama penghuni lain. Tapi beberapa balai, mejanya agak kotor. Bekas dipakai penghuni lain yang males ngebersihin.


Yang saya seneng dari hostel ini deket kemana-mana. Dari bandara naik ojek cuma bayar 5rb (naik Grabbike). Dari hostel ke Discovery Shopping Mall hanya perlu jalan kaki. Enggak sampai 5 menit. Dari hostel ke Waterboom Bali juga sama dekatnya. Win-win banget kan.




menu minuman dan makanan di BedBunker Hostel
Hostel menyediakan restoran kalau mau pesan makan. Tapi sarapan belum include. Tadi sih saya jalan-jalan dikit dekat hostel, dan hanya selang beberapa toko, saya menemukan penjual nasi bungkus. Cuma 5rb untuk sebungkus nasi dengan lauk mie goreng, secuil ayan, dan secuil telur dadar, plus sambal. Buat sarapan sih ukurannya pas aja buat saya. Si abang nasi bungkus juga menjual grengan. Masih anget-anget. Jadi saya nambah 2 potong tahu isi. Harganya seribuan. Jadi buat kamu yang mau sarapan murah di bali, cari aja abang-abang atau mbok-mbok yang jualan nasi bungkus. Pasti murah. Dijamin harga lokal.


Setelah sarapan, saya pun bergegas booking shuttle bus untuk keberangkatan ke Ubud. Selain ke Ubud, Hostel ini juga provide shuttle bus ke beberapa destinasi seperti Uluwatu dan Padang Bai. Bisa dilihat informasi pilihan destinasi dan harganya.

daftar pilihan destinasi dan paket tur yang disediakan oleh pihak hostel
Selain shuttle bus, mereka juga menyediakan jasa pemesanan kegiatan outdoor seru di Bali seperti rafting, cooking class dan ATV. Tapi harganya cukup mahal menurut saya. Menurut kalian mahal tidak? Kalau kalian tau harga yang lebih murah, bisa berbagi info di kolom komentar dibawah ya. Pasti informasinya bisa berguna bagi banyak orang.

Overal menurut gue hostelnya Ok aja. Enggak buruk-buruk banget tapi lumayan bagus. Cukup untuk istirahat sejenak di dekat bandara sebelum kamu melanjutkan perjalanan ke area lain di Bali atau sebagai persinggahan sebelum terbang pulang. Cocok sebagai tempat beristirahat untuk yang mau mengejar penerbangan pagi maupun malam.

Semoga kedepannya hostel ini bisa berbenah diri untuk bisa lebih baik lagi ya.

No comments