Gimana sih Cara Membangun Branding Lewat Social Media?


Ternyata sudah semester 6 aja nih gue. Sebentar lagi akan masuk masa magang, lalu skripsi, wisuda dan voila… masa cari kerja. Lamar sana sini, wawancara sana sini. Bicara soal lamar kerja dan wawancara, banyak sumber mengatakan bahwa tim recruitment perusahaan sekarang mulai menerapkan background checking pelamar pekerjaan melalui social media yang bersangkutan.

Oleh karena itu, jaga image tidak hanya diterapkan di CV loe dan pada saat wawancara kerja. Hal ini juga perlu mulai diterapkan di social media loe nih.



Sekarang pertanyaannya image seperti apa yang mau loe tampilkan? Image seperti apa yang loe pengen orang liat dari pribadi loe melalui social media loe? Loe pengen dikenal sebagai seseorang yang seperti apa? Pengen dikenal sebangai seseorang yang mengemari apa? Seseorang yang ahli akan bidang apa?

Nah, pembangunan image loe ini yang disebut sebagai branding.

Branding ini bukan hanya penting bagi perusahaan, artis, politikus atau orang terkenal lainnya. Seorang rakyat jelata seperti gue dan loe yang butuh pekerjaan juga penting banget.

Alasan kenapa lo butuh branding

Bayangin kalo loe ngelamar kerja di institusi pendidikan sebagai seorang guru lalu postingan loe di social media adalah foto-foto loe di diskotik mulu atau minum-minum mulu? Pasti institusi tersebut bakal mikir dua atau tiga kali buat nerima lo di tempat mereka.

Beda halnya kalo loe ngelamar kerja sebagai barista bar lalu hobi loe posting foto-foto loe sedang ngeracik minuman di bar sebelumnya. Kalo ini, kesempatan loe buat keterima makin besar tentunya.

Sudah paham kan seberapa penting branding itu?

Lalu gimana cara membangun branding itu sendiri?

Pada hari minggu, 26 Maret 2017, gue diundang ke workshop seru yang diadakan oleh Komunitas Indonesian Social Blogpreneur bersama CNI Indonesia yang bertajuk BRANDING IN THE DIGITAL AGE.

Bersama pembicara cantik, Mbak Dewi Rahmayanti (Social Media Consultant) dan Mas ganteng, Vincent (Founder Helofranchise.com), gue dan peserta workshop lainnya belajar tentang bagaimana cara membangun branding di era digital. Salah satu topiknya membahas branding melalui social media juga.

Membangun branding melalui website



Dalam sesi presentasi Mas Vincent, doi  membagikan tips mengenai website. Selain social media, branding juga dapat dilakukan melalui website. Terlebih kalau gue dan loe menekuni hobi sebagai seorang penulis di media digital.

Tips membangun Blog & Website

  • Cara membuat website
Berdasarkan pemaparan dari mas Vincent, ada dua pilihan dalam metode pembuatan website; melalui SAAS (software as a system) service & personal service. Contoh pembuatan website melalui SAAS service contohnya pembuatan website melalui platform Blogger, WIX, dan Websitebuilder.

Contoh pembuatan website melalui personal service ini dibagi dua tipe lagi; content management system (CMS) & scratch. Contoh platform CMS ada Wordpress & Joomla.

Kalau menggunakan metode scratch ini maksudnya pembangun website dari nol, dimana kita merangkai website kita melalui Bahasa pemograman seperti html & css. Metode yang terakhir ini nampaknya memang lebih ribet. Tapi memiliki keuntungan lebih karena kita bisa membangun tampilan website kita tanpa terlimitasi dengan ketentuan template. Metode ini biasa diterapkan oleh website dengan konsep toko online dimana unsur websitenya lebih kompleks. Salah satu contohnya Gerai CNI yang dapat dikunjungi di www.cni.co.id

  • Komponen penting dalam suatu website
Dalam membangun website, Mas Vincent menyarankan agar loe memperhatikan 5 komponen penting dalam website lo.

Kelima komponen penting tersebut adalah:
  1. Konten

  2. Fitur

  3. Design

  4. Layout, dan

  5. Performance

Biar lebih gampang dipahami, gue ibaratkan website dengan sepiring sajian sayur tumis kangkung.

Konten

Konten dikatakan sebagai raja dalam sebuah website. Koten ini yang memiliki pengaruh paling besar dalam suatu website. Kalau dalam sajian tumis kangkung, konten inilah kangkungnya. Bahan utama menu kita kali ini. Penikmat pun berhak tau jelas apa yang akan mereka makan. Ya, kangkung. Tapi kangkung yang seperti apa? Yang masih segarkah atau kangkung sisa kemarin? Kangkung dari petani yang mana? Apa kangkungnya organik? Yang seperti itu.

Konten terdiri dari hal-hal pokok (judul, gambar utama, deskripsi, nama penulis dan total waktu setelah terbit) dan hal tambahan (jumlah komen dan like yang diperoleh).

Fitur

Memberikan fitur tambahan pada website loe akan membantu pengunjung website lo untuk berinteraksi dengan website lo dan sesame pembaca. Fitur yang dapat lo tambahkan contohnya fitur share konten lo eke social media mereka. Menambahkan fitur pencarian juga ide yang bagus. Bisa mempermudah pembaca loe mencari artikel yang berkaitan dengan kata kunci yang mereka masukan.

Design

Unsur design tampilan website loe juga penting. Kan kalau websitenya bikin nyaman, pembaca loe bisa betah lama-lama di website loe.

Menurut Mas Vincent, salah satu acuan design yang bisa kita pakai adalah Material Design yang dikeluarkan oleh Google. Contoh design ini dapat dilihat di Material Design.

Layout

Selain unsur design tampilan web, loe juga perlu memperhatikan penempatan unsur-unsur web lo. Penempatan judul, tombol-tombol dan box pencarian yang dapat dapat mempermudah aktivitas pengguna web loe. Jadi jangan asal menempatkan fitur-fitur website loe. Lakukan evaluasi berkala dan minta masukan dari temen-temen design loe untuk tau apakah layouting website loe sudah baik atau belum.

yang terakhir,

Performance

Contoh kasus yang mudah tentang performance, pembaca tidak bisa mengakses website loe karena website lo kena hack. Yes, permasalahan keamanan.

Karena website loe diserang oleh hacker, performance website lo menurun drastis. Secara gitu, pembaca setia loe tidak bisa mengaskses konten favorite mereka di website loe.

Oleh karena itu, pastikan bahwa website lo sesalu dalam keadaan aman terhindar dari ulah hacker usil.

Personal Branding di Social Media


Sekarang gue beralih buat ngomongin cara membangun brand lewat social media yang sudah jadi gaya hidup. Dalam sesi presentasinya, Mbak Dewi  membagikan tips cara membangun personal branding kita di social media.

Untuk menambah wawasan, loe perlu tau personal branding itu apa. Personal branding tercipta saat persepsi kita tentang diri sendiri berhasil satu suara dengan pendapat orang tentang kita.

Cara menarik dalam membangun personal branding

Langkah pertama melalui story telling. Bagikan cerita tentang pengalaman pribadi loe berkaitan dengan branding yang ingin loe bangun.

Contohnya loe ingin membuat personal branding kalau elo berhenti merokok dan memilih gaya hidup sehat. Lo bisa menceritakan alasan dibalik kenapa lo memilih gaya hidup sehat melalui postingan loe. Misalnya karena loe belajar dari salah satu anggota keluarga loe yang meninggal dunia karena kebiasaan buruk merokok. Akan tetapi, cara ini harus dilakukan dengan adanya kejujuran. Jangan mengarang cerita yang sesuungguhnya tidak ada. Itu hanya akan jadi bola api buat diri sendiri di kemudian hari.

Langkah kedua adalah memahami unit selling point loe atau USP. Pahami apa yang bikin loe beda dari orang lain. Lalu secara konsisten tunjukan itu dalam postingan loe.

Jangan lupa juga untuk menentukan target audience loe. Ini akan sangat berpengaruh dalam pemilihan platform social media yang akan loe gunakan.

Cara agar sosmed & blog bisa bekerjasama dan terkendali

Nah, dalam membangun branding melalui social media, beberapa orang bisa menggunakan berbagai platform dalam waktu bersamaan. Permasalahannya kalau tidak jeli, content di social media yang satudan yang lain akan tumpeng tindih. Memposting hasl yang sama dari perspektif yang sama di semua social media adalah hal yang kurang tepat menurut Mbak Dewi.

Beberapa langkah yang perlu lo lakukan agar social media loe bisa terintegrasi dengan baik:

  1. Pahami fungsi setiap channel

  2. Bedakan konten untuk sosmed loe sesuai fungsinya.

  3. Lakukan integrasi dalam beberapa channel

Beda Platform, Beda Cara

Mbak Dewi juga membagikan tips postingan di beberapa plaftform social media.

Facebook:
  1. Tidak disarankan untuk posting terlalu sering di Facebook. Postingan yang terlalu sering dapat menggangu.

  2. Cukup posting sehari maksimal dua kali.

  3. Tidak ada limit karakter penulisan, akan tetapi disarankan untuk membatasi tulisan maksimal dua paragraf.

  4. Mulailah dengan mengajukan pertanyaan yang menarik. Tujuannya dapat menarik minat pembaca untuk engage dalam percakapan di status kita.

Twitter:
  1. Buat point pokok dalam 140 karakter.

  2. Penggunaan hashtag sangat disarankan untuk dapat mempermudah tweet kita muncul di pencarian dan ikut serta dalam percakapan suatu topik.

  3. Berbeda dengan Facebook, di Twitter loe bisa tweet sebanyak yang lo mau.

Instagram:
  1. Gambar adalah segalanya.

  2. Siapkan gambar dengan kualitas dan pencahayaan yang baik.

  3. Sertakan hashtag untuk mempermudah postingan masuk dalam pencarian.

  4. Serttakan caption menarik dan bisa engage percaakapan dengan followers.

Dalam membuat postingan, ada beberapa hal menarik yang bisa kita jadikan bahan postingan. Salah satunya adalah dengan menceritakan sisi lain dari topik yang sedang hangat diperbincangkan. Contohnya saat media sedang hangat memperbincangkan aksi terror bom di Sarinah, loe coba posting tentang apa brand baju putih yang dikenakan polisi saat itu.

Mbak Dewi juga tak lupa menyarankan untuk mebuat plan postingan. Untuk mencapai suatu target, tentunya membuat editorial posting plan sangatlah penting.

Nah, sebelum membuat planning postingan loe, perhatikan dulu peraturan social media yang terbaru. Jangan sampai loe harus terjebak permasalahan hukum karena postingan loe yang melanggar hokum yang ada. Be a careful writer!

Nah yang tidak kalah penting soal social media, cara menanggapi komentar atau feedback orang terhadap postingan loe. Kuncinya adalah tetep tenang. Jangan keburu kebakar emosi saat menghadapi komen pedas dari followers lo. Juga, menghapus komentar pedas tersebut bukanlah langkah yang dewasa. Tanggapi saja dengan jawaban yang sopan. Kalaupun kamu memang salah, akui salah.

Demikian rangkuman tips branding dari saya. Semoga bermanfaat.

4 comments

  1. Tapi memang benar sih Personal Branding does matter buat orang masa kini. Soalnya saya dihire buat jadi guru fotografi gara2 doyan motret dan dipajang di IG.
    Buat Kakaknya semoga sukses yaaa skripsinya hehe

    ReplyDelete
  2. Wah, mbak Ipeh bukti nyata betapa pentingnya branding ya. Keren banget! Tapi sayang banget masih sedikit yang perduli dan paham tentang personal branding itu sendiri mbak. Bagus banget kalau mahasiswa semester awal sudah mulai dikasih info soal personal branding.
    Terima kasih buat doanya mbak :)

    ReplyDelete
  3. Anak buncis bahas kangkung, dasar pengkhianat. :v

    ReplyDelete
  4. Habisnya diriku sedang makan kangkung kala bikin artikel ini.

    ReplyDelete