Featured Slider

Hey Girl, Wujudkan Life Balance as Working Mom di Masa Depan Dalam 5 Langkah Ala Futri Zulya



Menjadi wanita jaman modern pasti banyak yang fokus untuk membangun karir di dunia kerja. Namun mengejar karir tidak menutup kemungkinan untuk bisa menjadi ibu dan istri idaman sambil meniti karir.

Jaman sekarang kita tidak harus memilih untuk menjadi ibu rumah tangga saja atau fokus membangun karir saja. Dua-duanya bisa kita lakukan secara bersamaan.


Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman blogger lainnya diskusi bareng dengan bu Futri Zulya di Kantor Z Beauty. Ibu dari dua orang anak ini merupakan CEO dari PT Batin Medika Indonesia. Pada kesempatan tersebut beliau berbagi tips untuk bisa mewujudkan life balance sebagai seorang ibu dan CEO di kantornya.

“Wanita adalah manusia yang memiliki kemampuan untuk melakukan multitasking”
– Futri Zulya

#1 Miliki Support System
Menjadi ibu pekerja pastinya kita akan sering meninggalkan si kecil di rumah. Untuk memastikan asupan gizi dan kebutuhan aktivitas positif si kecil terpenuhi kita butuh support system yang kuat di rumah. Support system kita contohnya ibu kita, ibu mertua, saudara dekat rumah, suster si kecil, bahkan suami sendiri. 

Komunikasi yang baik memungkinkan kerjasama yang baik dalam support system bisa terwujud.

Komunikasikan jadwal kegiatan si kecil & menu makanan si kecil kepada support system kamu. Hal ini memungkinkan asupan gizi dan kebutuhan aktivitas positif si kecil tetap terpenuhi seperti yang kita harapkan. Walaupun si kecil dititipkan ke orang rumah, tapi kita masih punya kendali untuk asupan gizi dan kegiatannya.

#2 Get Organized
Procastination atau kebiasaan menunda is a BIG NO. Urusan pekerjaan dan rumah kalau tidak diatur dengan baik bisa saling tindih satu sama lain.

Harus pintar pintar mengatur barang-barang di rumah agar mudah dicari. Mainan anak sekalipun baiknya diatur dalam kelompok kelompok kecil. Biar mudah beresinnya.

Tips tambahan dari bu Futri, sebelum tidur kita bisa pergunakan waktu senggang untuk mengatur baju yang akan digunakan suami dan anak-anak keesokan harinya.

#3 Pilih Kantor yang Tepat
Kerja di kantor yang memberikan fasilitas untuk ibu tentunya adalah hal yang ideal untuk bisa mewujudkan life balance sebagai ibu pekerja. 

Paid leave untuk waktu hamil & melahirkan, punya ruangan pumping ASI untuk ibu menyusui, dan tunjangan melahirkan, pastikan beberapa hal tersebut disediakan oleh perusahaan tempat kita bekerja.

Kalaupun tidak, coba komunikasikan dengan HRD kita kalau kita memiliki anak kecil.

#4 Set Priority & Reduce Time Waster
Dalam sehari akan ada banyak hal yang perlu kita tuntaskan. Pastikan kita menentukan list prioritas untuk memudahkan kamu memutuskan pekerjaan yang mana yang perlu kita tuntaskan dahulu dalam sehari.

Selain menentukan prioritas, usahakan juga untuk mengurangi hal-hal yang membuang waktu kita. Contohnya seperti pengurusan pembayaran asuransi bulanan, pembayaran listrik, dan uang sekolah anak. 

Tips dari bu Futri, transaksi bulanan yang bisa dijadikan auto debet sebaiknya diatur ke auto debet saja. Jadi 15 menit waktu kamu untuk mengurus tiap hal tersebut bisa digunakan untuk menyelesaikan prioritas kita lainnya.

#5 Cermat Rencanakan Keuangan Keluarga
Ibaratnya perusahaan, sebagai ibu kita adalah CFO nya alias Chief of Financial Officer dari rumah tangga. Untuk memastikan keuangan rumah tangga tetap sehat, kita perlu membuat rencana keuangan keluarga.

Salah satu caranya ialah dengan memiliki tujuan keuangan. Sekolah anak sampai perguruan tinggi salah satunya. 

Dengan memiliki tujuan keuangan kita jadi sebanyak apa yang harus kita tabung, investasikan, dan gunakan.

Semoga tips ala bu Futri Zulya diatas bisa bermanfaat untuk teman-teman yang mendambakan kehidupan seimbang sebagai ibu rumah tanga dan wanita karir.

Review: Film 3 Dara 2, Banyak Pelajaran Investasi yang Bisa Dipetik


Beberapa hari lalu, saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan untuk nonton di acara premier film 3 Dara 2. Film ini bercerita tentang tiga orang suami bernama Jay (Adipati Dolken), Afandi (Tora Sudiro), dan Richard (Tanta Ginting) yang terjebak investasi bodong. 
Dengan iming-iming keuntungan 10% dari pemiliki perusahaan Agrobisnis bernama Bowo (Dwi Sasono), ketiga suami ini tergiur untuk menginvestasikan 45M. Semua harta mereka alhasil digadaikan untuk mendapat modal investasi.

Setelah beberapa hari dari investasi mereka deal, baru disadari kalau mereka bertiga ditipu dan uang mereka dibawa lari. Kantor tempat mereka menandatangani perjanjian investasi juga hilang dan telah disewa orang lain.

Mereka bertiga berusaha menyembunyikan situasi ini dari istri mereka. Tapi apadaya, karena pihak bank mendatangi mereka langsung untuk menyita asset-asetnya, istri mereka pun mengetahui kondisi tersebut.

Dari nonton Film 3 Dara 2, ada beberapa pelajaran investasi yang kembali diingatkan.

#1 Kalau kalian sudah menikah, sebelum memutuskan untuk investasi, diskusikan dulu dengan pasangan.

Dalam berinvestasi pasti ada kemungkinan kerugian dan keuntungan. Saat membangun rumah tangga, asset menjadi milik bersama dengan pasangat. Uang simpanan rumah tangga menjadi tanggung jawab bersama. Saat hendak menggunakan dalam jumlah besar, tentu harus dikomunikasikan dan minta persetujuan pasanganmu dulu. Jadi kalau-kalau investasi berujung kegagalan, hubunganmu dengan pasangan masih bisa dipertahankan.

#2 Jangan menggadaikan asset untuk investasi, investasi harus berasal dari dana yang tidak terpakai.

Menggadaikan rumah satu-satunya untuk ditinggali, semua kendaraan yang dimiliki, simpanan emas dan dollar untuk investasi tentunya bukan hal yang benar. Kalau prinsip saya sendiri, investasi haruslah datang dari dana berlebih ditabungan yang memang tidak akan dipakai untuk jangka waktu yang panjang. Prinsipnya, tanpa uang itupun, kita masih bisa hidup. Aktivitas rumah tangga masih bisa berjalan.

#3 Jangan menaruh telur dalam satu keranjang

Di film ini, ketiga suami tersebut menginvestasikan seluruh dana yang mereka miliki kedalam satu produk investasi. Dalam dunia investasi ini sangat tidak disarankan. Investasi itu sepeti membawa banyak telur dari pasar. Kalau telurnya kita letakan dalam beberapa keranjang, saat keranjang satu jatuh, kita masih memiliki telur di keranjang lainnya untuk dibawa pulang.

#4 Pastikan keabsahan produk & perusahaan tempat anda akan berinvestasi
Sebelum berinvestasi kita harus pastikan legalitas perusahaan tempat kita berinvestasi. Ini memang akan memakan effort lebih, tapi worth to try toh apalagi kalau investasinya sampai berpuluh-puluh miliar. Di film ini ketiga suami tersebut sepertinya sangat mudah diperdaya dengan sekali kunjungan ke lahan pertanian & kunjungan ke kantor. Dalam kunjungan tersebut juga mereka tidak memastikan bahwa perusahaan pemberi investasi tersebut bukan perusahaan abal-abal.

#5 Jangan gegabah dalam berinvestasi

Investasi butuh perhitungan dan pertimbangan yang matang. Dipikir baik baik dulu tentang kesanggupan menanggung resiko kegagalan saat investasi. Jangan termakan nafsu. Di film ini ketiga suami tersebut dengan gegabah dalam hitungan beberapa hari langsung menyetujui ide investasi dengan angka puluhan miliar. Semakin besar angka yang kita investasikan, semakin lama waktu yang kita butuhkan untuk berfikir.

Keren kan film komedi seperti ini bisa memberikan pesar tersirat yang mendalam. Sesungguhnya pesan yang ingin disampaikan film 3 Dara 2 adalah untuk tidak meremehkan pekerjaan ibu rumah tangga. Karena, saat musibah investasi bodong menimpa, ketiga suami ini berganti peran untuk merawat rumah dengan istri-istri mereka yang mulai bekerja di kantor.

Film ini cocok dijadikan sebagai hiburan ringan sepulang kerja dengan pasangan. Lewat film ini bisa sama sama belajar banyak hal untuk saling mengerti pasangan kita.

Jadi jangan sampai kehabisan tiket nontonnya ya!

Drive Home Expo 2018, Dua Situs Nomor 1 Bersatu dalam 1 Pameran


Pernahkah teman-teman mendengar tentang Mobil123 & Rumah.com? Tentunya untuk para pencari kendaraan dan rumah online pernah nyasar ke kedua situs ini. Mobil123 mengklaim diri sebagai situs listing kendaraan bekas nomor 1 di Indonesia. Sedangkan Rumah.com mengklaim diri sebagai situs listing rumah nomor 1 di Indonesia. Dalam beberapa hari lagi, kedua situs nomor 1 ini akan berkolaborasi mengadakan pameran Rumah dan Kendaraan, Drive Home Expo 2018.